Wednesday, June 2, 2010

KETIGAPULUHDUA

Hi blogafellas,
this time i'm thinking about: ilmu dan pengetahuan.

First of all, kenapa gue bilang ilmu dan pengetahuan, bukannya ilmu pengetahuan? Karena menurut dosen gue, ilmu dan pengetahuan itu berbeda. Jadi gak bisa dijadikan satu pasangan kata. Well, sejauh ini (yang gue inget) gue setuju sama dosen filsafat gue itu (walaupun kalo lo tanya apa bedanya, jawabannya adalah: LUPA :p).
Kawan readers yang sekarang masih sekolah, pernah gak sih kalian berpikir, "buat apa sih gue belajar?"
Mungkin most of all jawabnya "biar nilainya bagus"
And that was my answer, several times ago.

Pernah gak sih kawan readers, ketika mau menghadapi suatu ujian, lalu kalian belajar giat. Sampai kalian benar-benar matang, sampai (mungkin) gak khawatir lagi mau duduk di depan ataupun belakang, sampai kalian tersenyum ketika bertemu soal ujian. Ketika hasilnya keluar, nilai kamu sama dengan-atau bahkan yang lebih buruk:lebih kecil dari-temen kamu yang gak belajar, ataupun prosentase belajarnya lebih rendah daripada kalian.
Gue pernah. Sering. Dan hal itu, jujur aja, menjadi alat pematah semangat belajar paling efektif. Kenapa? Karena tujuan gue adalah NILAI. Dan awalnya gue berpikir, untuk mendapatkan nilai yang bagus dibutuhkan belajar yang giat. Ketika gue menemukan kenyataan bahwa kita bisa mendapatkan tujuan kita yaitu NILAI BAGUS tanpa harus belajar, seketika gue akan merasa belajar itu useless. Pernahkah kawan readers berpikir hal yang sama?
Kenapa gak kita coba ganti mindset kita, atau pola berpikir kita, bahwa MANFAAT dari BELAJAR mengenai SESUATU itu bukan hanya NILAI semata-mata.

(Mungkin mulai dari sini bacaan ini akan terlalu kolot untuk anak SMP atau SMA yang lagi g4oL-g4oLnya)
Lalu apa sih manfaat BELAJAR?
Mendapatkan pengetahuan.
Terus emang pengetahuan itu buat apa?
Buat dijadikan bekal untuk kita, ketika kita harus melakukan sesuatu yang berharga dengan kemampuan sendiri, entah itu untuk kegiatan sosial ataupun mencari uang, supaya otak kita gak kosong.
IBARATNYA:
Kita hidup, perlu air. Kita tahu apa yang dimaksud dengan AIR. Tapi buat apa kalo kita gak tahu gimana cara ambil air (dengan baik, gak tumpah-tumpah), gimana air yang bagus, dan gimana cara memasukkannya dalam tubuh kita. How can we survive living in this wild world?

Guys, sekarang coba kamu buka koran. Lihat halaman yang berisi lowongan kerja. Cari lowongan pekerjaan yang kamu sukai, tandai, terus kamu pejamkan mata. Bayangkan apa yang akan kamu lakukan dengan lowongan kerja itu.
- Mengirimkan lamaran pekerjaan. ("Ngirim apaan? Isinya apa?")
- Dipanggil untuk wawancara seleksi. ("Pake baju apa? Wawancaranya ditanya-tanya tentang apa ya? Gimana caranya dong biar bisa keterima??")
- Menunggu pengumuman penerimaan tenaga kerja.
KALAU DITERIMA,
"kerjanya ngapain? Ah palingan ntar ditraining dulu kan.
...
Mau naik pangkat biar gaji gede gimana caranya ya?"

Terbukti, pasti masih banyak pertanyaan yang belum ada jawabannya. Padahal hal itu menyangkut masa depan kita lho! Kelanjutan hidup kita! Lambat laun kita pasti sampai di fase itu. Gimana kalo sampe nanti kita tetep gak tau apa-apa? Nanti gimana kerjanya? Ratusan ribu sarjana S1 nganggur di Indonesia. Gimana kalo kita nganggur juga? Gimana dapet kerjanya? Mau dapet uang dari mana? Jadi sarjana ojek kayak di iklan??
So many fears, guys, in our mind. Actually we don't need to be scared, if we already have what we need.
Apa yang kita butuhkan? Pengetahuan.

Masuknya pengetahuan di otak kita menyebabkan kita "menjadi tahu" (no, don't say menjadi tempe okay, i know you're gonna tease me :p). Tahu apa yang awalnya kita tidak ketahui. Tentang pertanyaan-pertanyaan tadi di atas itu tuh.
Mata pelajaran atau mata kuliah itu penting lagi guys. Semasa SMA juga gue pernah (atau sering banget) berpikir "Eh, ngapain kita belajar Log? Ngapain kita belajar Joule? Ngapain kita belajar Pythagoras? Emang dipake pas kita kerja? NGGAK! Ya kan??"

Padahal itu SALAH, woy, SALAH. Kenapa gue (atau kalian) berpikir itu gak ada gunanya? Karena pada saat itu gue tidak memiliki niat untuk mendapatkan pekerjaan yang membutuhkan ilmu tersebut. Atau mungkin gue belon tau aja kalo ternyata di pekerjaan-pekerjaan tertentu membutuhkan ilmu itu, yang dasarnya kita dapatkan di sekolah.
Contoh gampangnya deh. Statistika SMA. Pernah gue mikir "Apaan sih ngitung mean median max min motor lewat dalam 5menit bla bla.." ternyata sekarang, pas gue kuliah, eh.. Ketemu lagi noh ame statistika.

Itu SMA ya. Apalagi yang udah kuliah! Mata kuliah itu penting banget! Karena di perkuliahan, kita diberikan pengetahuan-pengetahuan mengenai bidang yang lebih spesifik secara lebih mendalam.
Misalnya, kita pengen kerja di bidang pemasaran. Di perkuliahan, kita gak cuma DIKASITAU mengenai "Apa itu pemasaran" dan "Apa tujuan pemasaran", tapi juga Bagaimana memasarkan dengan baik agar tujuan tercapai, apa faktor-faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan, dsb. Bohong banget guys kalo lo semua bilang bahwa lo ga peduli kerjaan lo berhasil atau ngga ketika lo udah kerja nanti.

That's why, I'm beginning to change my mindset. Gue belajar biar gue punya pengetahuan, bukan semata-mata karena nilai (walaupun gue masih SANGAT berharap mendapatkan nilai bagus biar gak dimarahin bokap-nyokap :p)
Gue mulai ngerti pentingnya sebuah pengetahuan. Gue mulai jadi "orang". Dan gue mulai menyadari betapa kompleksnya kehidupan ini, yang menyebabkan gue membutuhkan pengetahuan untuk menjalani kehidupan gue.
Blogafellas, kawan readers, guys, gue harap dengan postingan (yang agak rumit karena mungkin agak didominasi dengan kehidupan pribadi gue :p) ini, gue bisa bikin lo berpikir sedikit lebih maju, lebih dewasa, dan lebih visioner, bahwa dunia ini gak seindah dan gak semudah yang kita bayangin. Kita gak bisa terus-terusan menganut peribahasa "Let it flow". Do not ever let the world controls you. It's YOU control the world :)

No comments:

Post a Comment

Pesan berbagai sepatu pria klik gambar di bawah!

Need a Proffesional Percussion Group? Click pict below